Taking too long? Close loading screen.
 

Sertifikasi Kompetensi Staff: Berkompetisi Untuk Sukses

Sertifikasi Kompetensi Staff: Berkompetisi Untuk Sukses

Banyak planters di Indonesia yang memiliki kompetensi namun masih belum memiliki sertifikat kompetensi kerja sebagai pekebun. Hal tersebut sangat penting khususnya dalam menghadapai era kerja Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Usaha untuk menghadapi hal ini salah satunya adalah dengan melakukan standarisasi kualitas melalui uji kompetensi yang tersertifikasi.

Sertifikat Kompetensi Kerja merupakan bentuk pengakuan secara formal terhadap kompetensi kerja yang dikuasai oleh lulusan pelatihan kerja atau tenaga kerja yang berpengalaman. Uji kompetensi Asisten Kebun, Askep Kebun dan atau Manajer Kebun Kelapa Sawit dirancang untuk menilai kompetensi secara portofolio, tertulis, lisan, praktek, pengamatan atau cara lain yang objektif, mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Sertifikasi Kompetensi Kerja Proses pemberian sertifikat kompetensi dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional dan/atau Standar Khusus.

Pelaksanaan Training dan Uji Kompetensi Staf FAP Agri Data tanggal 14 s/d 17 Oktober 2019 dilaksanakan Program Training dan Uji Kompetensi SKKNI untuk Asisten Kebun, Askep Kebun, dan Manager Kebun di FAP Agri Nunukan.

Program ini merupakan kerjasama antara FAP Agri dengan INSTIPER Yogyakarta. Jumlah peserta yang mengikuti Training dan Uji Kompetensi tersebut sebanyak 90 orang terdiri dari 64 Asisten, 18 Askep, dan 8 Manager. Latar belakang pelaksanaan program Training dan Uji Kompetensi Staf FAP Agri adalah sebagai berikut :

 

  • Pembelajaran dan pemberdayaan karyawan kebun merupakan kunci sukses dalam pengelolaan usaha perkebunan tersebut secara berkelanjutan.
  • Materi training disusun berdasarkan Training Need Analysis (TNA) dan masukan dari Management di Site, serta arahan dari Management Pusat.
No Comments

Post A Comment